Pernahkah sahabat mengalami satu masa dimana kita dalam kondisi yang sangat “Terpuruk”. Mungkin saja hampir semua manusia pernah mengalaminya, itulah mengapa manusia bisa menjadikan dirinya tampil lebih hebat dari mahluk-mahluk Allah lainnya.
Manusia diciptakan Allah SWTdengan segala “Kelebihan” nya, kadang kala menjadikan manusia itu menjadi sombong lagi tamak terhadap dunia, yang padahal keberadaannya di dunia hanya sementara. Meskipun telah menyadari bahwa tempat kita yang abadi di akhirat, namun acapkali manusia seolah mengabaikannya. Inilah yang menyebabkan manusia itu tergelincir oleh ulahnya sendiri, padahal dalam berbagai ayat dalam Al-Qur’an, manusia di ingatkan akan hari pembalasan yang amat sangat pedih.
Jadi, salah siapa ketika pada akhirnya banyak manusia yang tidak terselamatkan dari Api Neraka, apalagi khususnya kaum Hawa. Sebagai kaum hawa, saya sebetulnya sangat menyadari akan hal ini, maka dengan berbekal ilmu yang bahkan “seUjung kuku” pun masih kurang, saya hanya ingin berbagi tentang pentingnya Memperbaiki diri.
Saling nasihat menasihati, seperti yang Allah katakan di dalam Al-Qur’an, maka untuk sahabat sekalian, jika ada dari tulisan-tulisan dalam blog ini yang menyinggung atau bertentangan dengan kebenaran, maka kewajian sahabat sekalian untuk bisa mengingatkan, sehingga tidak berlarut-larut dalam satu kesalahan.
Kembali pada hal dimana manusia dalam kondisi dibawah secara pandangan manusia atau biasanya populer dengan istilah terpuruk. Jarang yang bisa menerima keadaan dirinya pada saat musibah menimpanya, atau hal buruk menghampirinya. Tidak sedikit pula yang akhirnya mengakhirinya dengan hal yang sia-sia atau bahkan dilarang dalam agama.
Banyak yang tidak bisa menerima, ketika kondisi hidupnya tidak sesuai apa yang direncanakannya. Hingga akhirnya banyak pula kasus bunuh diri Nauzubillahimindzalik, atau yang akhirnya mencari jalan pintas yang sungguh di luar jalur syar’i.
Sahabat,,,tidak lantas kita bisa seenaknya saja menyikapi kehidupan kita ini, karena kelak Allah akan meminta kita untuk mempertanggungjawabkannya. Dan pada saat itulah kita sungguh sudah tidak bisa lagi untuk sekedar memperbaikinya, karena penyesalan di alam akhirat tidaklah berlaku.
Jangan pernah menyalahkan siapa-siapa, ketika kehidupan kita tidak sejalan dengan apa yang kita mau. Jangan pernah menyalahkan orang lain ketika keterpurukan akhirnya menyambangi kita. Kitalah yang menjadikannya penderitaan itu datang dan menimpa kita, hingga rasa sedih, pilu, sakit atau bahkan di abaikan oleh manusia lain itu terjadi. Karena susungguhnya segal keburukan yang menimpa kita, itu adalah buah dari perbuatan kita sendiri. Seperti pepatah orang-orang bijak mengatakan “Jika menanam biji yang baik, maka buah yang akan tumbuh adalah buah yang baik, tapi jika menanam biji yang buruk, maka buahnyapun akan buruk”.
Wallahu’alam bishawab
