Posted by: Suly Bungsu Kasmaja [QueenFa] | January 27, 2010

^ Yang Diam ^

Secantik bunga musim semi, hatiku berkembang merekah indah

**Yang diam**
- Dalam diam, temaran senja seperti mentertawaiku
-Melihatku hanya terpaku, kau semakin asik menggodaku
-Tak terfikirkankah olehmu, aku sedang duduk di bangku rapuh ini
-Sementara kau hanya tersenyum memandangiku, tanpa mencoba menenangkanku

-Aku masih seperti yang kau kenal dahulu
-Banyak senyum dan tertawa
-Tapi aku tidak gila
-Sungguh ini aku yang merindu

-Rindu saat nafas bertemu dalam satu dawai kehidupan lepas
-Saat waktu sepakat akan kebahagiaan hanya milik kita
-Atau ketika , setiap mata terkagum karena kita dua pasang angsa yang saling berbeda, namun kita punya bahagia

-Dalam diam, selaksa cinta tak bergetar lagi
-Kau, aku, juga mereka
-Seperti patung yang terjemur masa
-Kelam, hitam dan tak lagi semenarik saat kali pertama perjumpaan

-Mengertilah, daun pucuk sembilu, menyayat rasa yang kusimpan sendiri
-Mencabik tenangku kala mata tak lagi mau terpejam
-Menggores luka yang sudah lama menganga
-Dan dalam diam,,temaram cahaya tak mampu lagi menjadi teman kesendirian

**hanya iseng by Suly Kasmaja**


Responses

  1. mohon ijin membaca keindahan puisi disini

  2. mohon ijin mengacak2 ;P

  3. Bagus@ puisi ini…

    • ini mas kopral toh, ndue wp juga?

  4. wah iseng iseng juga bagus masukan nya…..firman shows two thumbs up…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.